Tradisi Sasi Ikan Lompa Di Haruku, Akan Dijadikan Sebagai Festival Tahunan Di Haruku

randy   Selasa, 16 Mei 2017   04:49 WIB   -   Komunitas KAMPONG MUAN BULU MINUNG

Sejumlah lelaki dan perempuan berpakaian serba hitam, bertelanjang kaki, berjalan keliling Negeri Haruku. Salah satu desa adat di Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Malam itu, mereka yang tergabung dalam korps Kewang (pemangku adat) berkeliling untuk membacakan peratuan sasi ikan lompa. 

Dalam tradisi sasi yang sudah berlangsung lebih dari tiga abad itu masyarakat adat dilarang mengambil sumber daya alam tertentu, sampai usianya memang sudah layak panen atau diambil. 

Sasi Lompa di Negeri Haruku adalah panen ikan lompa (Trisina baelama; sejenis ikan sardin kecil) yang hanya sekali setahun, ikan ini unik karena mirip ikan salmon yang dikenal luas di Eropa dan Amerika serta dapat hidup di laut maupun di sungai. 

Sebelum panen, masa pemeliharaan ikan lompa ini dilakukan dengan upacara adat “Panas Sasi” oleh Kewang yang mengingatkan warga agar memelihara dan menjaga lingkungan sekitar sungai Learisa Kayeli, sejauh kurang lebih 1500 meter yang menjadi tempat hidup dan habitat ikan. 

Warga dilarang mengganggu atau menangkap ikan lompa saat berada dalam kawasan lokasi sasi yang ditandai dengan tonggak khusus, warga juga tidak boleh mencuci peralatan dapur atau membuang sampah ke sungai. Jika dilanggar akan ada sanksi atau hukuman sesuai ketetapan dalam peraturan sasi, berupa denda maupun pukulan cambuk rotan bagi anak-anak. 

Jika sudah waktunya, Kewang akan mengumumkan waktunya panen. Waktu panen inilah yang ditunggu banyak orang untuk beramai-ramai ikut menangkap ikan lompa dengan peralatan seadanya. 

Namun kini tdaklah mudah mempertahankan tradisi ini, karena adanya aksi pemboman liar terumbu karang di pesisir pantai, maupun tingginya sedimentasi dan lumpur di sepanjang sungai Learisa Kayeli yang mengancam habitat perkembangbiakan ikan lompa. 

(Pheres Hoek)

TOP